enald's Blog

Just another WordPress.com weblog

“One Liter of Tears (Ichi Rittoru no Namida)”,kisah nyata yang amat menyentuh…

Sebagai seorang gadis, Aya Ikeuchi boleh dibilang sangat beruntung. Dibesarkan oleh keluarga pemilik restoran tofu, gadis cantik itu siap melangkah ke jenjang sekolah menengah dan cukup berprestasi. Namun belakangan, terjadi hal-hal yang cukup janggal.

Dalam beberapa kesempatan, Aya kedapatan sering terjatuh tanpa sebab dan cara berjalannya juga aneh. Sang ibu Shioka akhirnya membawa putri kesayangannya ke seorang dokter, dan apa yang disampaikan sangat mengejutkan : Aya divonis menderita penyakit langka spinocerebellar degeneration.

Penyakit yang belum ditemukan obatnya tersebut adalah kelainan pada syaraf otak dimana sang penderita kelak tidak akan mampu berjalan, berbicara, bahkan makan. Sudah tentu, hal ini langsung memukul keluarga Ikeuchi, terutama Aya yang sadar kalau hidupnya hanya tinggal menunggu waktu.

Untungnya, gadis itu secara tidak sengaja berkenalan dengan seorang pria bernama Haruto Asou. Dari Aya, Asou malah belajar banyak hal tentang kehidupan terutama dalam hal bersikap pantang menyerah dan terus berjuang.

Makin lama, penyakit gadis malang itu semakin kritis. Untuk mengetahui sejauh mana perkembangan Aya, dokter memintanya untuk menulis segala hal yang dialami di buku harian milik gadis itu. Sebuah buku yang kelak mengubah kehidupan banyak orang.

Tidak bisa disangkal, inilah serial Jepang alias dorama yang paling banyak dibicarakan dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Kontroversi semakin merebak setelah serial yang diambil dari kisah nyata almarhumah Aya Kitou, yang berjuang selama 15 tahun sebelum meninggal di tahun 1988, ditampilkan dalam sinetron Buku Harian Nayla yang memiliki plot dan jalan cerita identik.

Dibuat pada tahun 2006 dan cukup sukses saat diputar di negeri Sakura, One Liter of Tears memperkenalkan pemirsa pada kehebatan akting Erika Sawajiri yang begitu pas memerankan setiap gerak-gerik si tokoh utama yang dikisahkan menderita penyakit syaraf langka. Selain itu, masih ada nama aktor muda seperti Ryou Nishikido sebagai Haruto Asou yang begitu setia menemani Aya hingga akhir hidupnya.

Selain jalan ceritanya yang membuka mata penonton untuk lebih menghargai kehidupan, yang tidak boleh dilupakan adalah dua lagu yang menghiasi One Liter of Tears. Yang pertama adalah Konayuki milik Remioromen yang dibawakan dengan tempo cepat, sementara yang kedua adalah Only Human yang dibawakan penyanyi asal Korea K yang syairnya begitu puitis.(mdL)


November 24, 2009 - Posted by | Uncategorized

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: