enald's Blog

Just another WordPress.com weblog

Badai matahari,tabrakan planet,dan Yellowstone…

BADAI MATAHARI (SOLAR STORM)

Menurut Pak Bambang S Tedjasukmana dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), bahwa fenomena yang akan muncul pada sekitar tahun 2011-2012 adalah badai Matahari. Prediksi ini berdasar pada pemantauan pusat pemantau cuaca antariksa di berbagai negara maju yang sudah dilakukan sejak tahun 1960-an dan Indonesia oleh LAPAN telah dilakukan sejak tahun 1975.

Badai Matahari = Flare dan CME

Masih menurut ahli lain dari LAPAN, bahwa badai Matahari akan terjadi ketika adanya flare dan Corona Mass Ejection (CME). Apa itu Flare..? Flare adalah ledakan besar di atmosfer Matahari yang dahsyatnya menyamai 66 juta kali ledakan bom atom Hiroshima. Padahal bom atom yang dijatuhkan Paul Tibbets, pilot pesawat Amerika Serikat (AS), B-29 Enola Gay, Agustus 1945, telah merenggut sekitar 80.000 jiwa manusia. Berarti kalau dikalikan 66 juta lagi, wouw…! Sedang CME adalah sejenis ledakan sangat besar yang menyebabkan lontaran partikel2 berkecepatan tinggi yakni sekitar 400 km/detik. wouw… Gangguan cuaca Matahari ini dapat mempengaruhi kondisi muatan antariksa hingga mempengaruhi magnet Bumi, selanjutnya berdampak pada sistem kelistrikan, transportasi yang mengandalkan satelit navigasi global positioning system (GPS), dan sistem komunikasi yang menggunakan satelit komunikasi dan gelombang frekuensi tinggi (HF), serta dapat membahayakan kesehatan atau kehidupan manusia, misal karena magnet Bumi terganggu, maka alat pacu jantung juga akan terganggu. HP akan error, dan sms bakal ‘kiamat’ betul Dengan skala sebenarnya, saya sketsakan kira2 Badai Matahari itu akan seperti apa. Besar matahari hanya diambil sepersecuilnya, sementara Bumi sangat penuh (meski masih sangat kecil) tampaknya. Bumi saja belum apa-apanya bila dibanding sunspot yang warna hitam2 itu.

Dikatakan para ahli bahwa dari Matahari, milyaran partikel alektron sampai ke lapisan ionosfer Bumi dalam waktu empat hari, Dampak dari serbuan dari partikel elektron ini di kutub berlangsung beberapa hari. Selama itu, bisa dilakukan langkah-langkah antisipasi untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan.

Mengantisipasi munculnya badai antariksa itu, LAPAN tengah membangun Pusat Sistem Pemantau Cuaca Antariksa Terpadu di pusat Pemanfaatan Sains Antariksa LAPAN Bandung. Objek yang dipantau antara lain lapisan Ionosfer dan geomagnetik, serta gelombang radio. Sistem ini akan beroperasi penuh pada Januari 2009 mendatang.

Langkah antisipasi LAPAN yang telah dilakukan adalah menghubungi pihak-pihak yang mungkin akan terkena dampak dari muncul badai antariksa ini, yakni Dephankam, TNI,Dephub, PLN, dan Depkominfo, serta Pemda.

Saat ini pelatihan bagi aparat pemda yang mengoperasikan radio HF telah dilakukan sejak lama, kini telah ada sekitar 500 orang yang terlatih menghadapi gangguan sinyal radio. PLN harus melakukan sosialisasi ke masyarakat akan adanya pemutusan berkala demi mengurangi dampak badai antariksa ini.

Penerbangan dan pelayaran yang mengandalkan GPS sebagai sistem navigasihendaknya menggunakan sistem manual ketika badai antariksa terjadi dalam memandu tinggal landas atau pendaratan pesawatterbang.

Perubahan densitas elektron akibat cuaca antariksa dapat mengubah kecepatan gelombangradio ketika melewati ionosfer sehingga menimbulkan delay propagasi pada sinyal GPS. Perubahan ini mengakibatkan penyimpangan pada penentuan jarak dan posisi. Selain itu, komponen mikroelektronika pada satelit navigasi dan komunikasi akan mengalami kerusakan sehingga mengalami percepatan masa pakai, sehingga bisa tidak berfungsi lagi.

Saat ini LAPAN telah mengembangkan pemodelan perencanaan penggunaan frekuensi untuk menghadapi gangguan badai matahari tinggi untuk komunikasi radio HF.

 

TABRAKAN PLANET

Akhirnya jawaban Resmi NASA tentang Isu Kiamat 2012 dikeluarkan tekait tabrakan Planet X Nibiru Dan BUMI pada 21 DESEMBER 2012! Benarkah akan kiamat di tahun 2012?

Kiamat konon bakal terjadi tanggal 21 Desember 2012. Sebagian anggota masyarakat sedikit banyak mempercayainya, didukung oleh kisah-kisah di internet, buku ataupun film yang memperkirakan hal itu memang bakal terjadi.

Klaim yang beredar menyebutkan, akhir zaman ini disebabkan oleh tabrakan antara planet X atau Nibiru dengan bumi. Peristiwa ini konon akan menciptakan bencana maha dahsyat.

Beberapa situs internet bahkan mencatut lembaga antariksa Amerika Serikat, NASA. Dikatakan bahwa NASA sebenarnya tahu mengenai planet itu, tetapi merahasiakannya dengan berbagai alasan. Namun kini NASA akhirnya angkat bicara!

Selengkapnya info resmi NASA tentang Isu Kiamat 2012 tepatnya kiamat tanggal 21 DESEMBER 2012.

NASA Jelaskan Isu Kiamat 2012 di Internet

“Tidak ada dasar faktual dalam klaim tersebut,” demikian pernyataan khusus NASA di website resminya. “Jika tabrakan bakal terjadi, astronomer sudah akan melacaknya sedikitnya dalam 1 dekade terakhir, dan planet itu akan tampak dengan mata telanjang. Namun semua itu tidaklah eksis.”

Ditambahkan bahwa para ilmuwan dunia yang punya kredibilitas menyatakan tidak ada ancaman bagi bumi di tahun 2012. NASA juga menegaskan planet bumi sejak dahulu baik-baik saja, dalam periode miliaran tahun dan akan tetap seperti itu dalam waktu yang lama.

Sedangkan terkait berakhirnya kalender bangsa Maya, NASA menyatakan sesungguhnya kalender Maya tidak berakhir pada 21 Desember 2012. Akan tetapi saat itu adalah permulaan untuk periode berikutnya. http://besteasyseo.blogspot.com/

Mengenai isu tentang teori pembalikan magnet bumi yang dinilai bisa berakibat fatal, NASA juga membantahnya. “Sepengetahuan kami, pembalikan medan magnet itu tidak membahayakan kehidupan di bumi,” terang NASA.

Di pihak lain, sesepuh bangsa Maya modern di Guatemala dan Meksiko juga menyatakan prediksi kiamat itu ngawur. Dinilai, kiamat 2012 sengaja diciptakan untuk tujuan komersial bangsa barat dengan mengeksploitasi kebudayaan Maya. Demikian seperti dilansir Telegraph dan dikutip detikINET

  1. Menurut para ilmuan NASA

Para Ilmuwan NASA pernah mengatakan bahwa sudah banyak  planet yang berbalik arah putar, jika pada planet bumi kita ini matahari masih terbit dari arah timur, maka beberapa tahun  ini terdapat fenomena baru yang menurut mereka planet lain sudah mulai berbalik arah dan matahari terbit dari arah barat. Menurut para ilmuwan dari sekian banyak planet yang berbalik arah putar, mereka  menemukan adanya planet dari galaxy lain yang bergerak memasuki orbit dalam solar sistem kita. Planet baru ini kemudian  diberi nama PLANET X (NIBIRU).

Planet X ini tertarik (ditarik) oleh gaya gravitasi matahari yang besar dalam tata surya kita, sehingga  kemudian ia masuk ke dalam orbit planet-planet dalam keadaan berbalik arah, dan suatu masa nanti  planet X akan bertabrakan dengan bumi. Ilmuwan menyebut 50 tahun lagi planet X (Nibiru) ini akan  memasuki orbit tata surya kita, sejak ia ditemukan tahun 2003 lalu, dan akan bertabrakan dengan bumi sekitar tahun 2052 atau 2053. Bencana dahsyat bumi itu diperkirakan karena Planet X melintasi tata surya. Planet X pada masa ini  memang sedang melewati orbit bumi. Planet X itu adalah planet humongous (tak terkira besarnya) yang  memiliki massa seratus kali lipat lebih besar daripada bumi. Inti magnetisnya sedemikian dahsyat  kekuatannya sehingga bertabrakan dengan medan-medan magnet planet lain dalam tata surya. Gangguan elektromagnetis atas planet-planet lainnya itulah yang mendasari para ahli perbintangan modern melacak eksistensi Planet X. Perubahan itu memang dapat dianggap disebabkan oleh melintasnya Planet X. Apapun dugaannya, yang pasti, dari penelitian terakhir barulah dapat diketahui bahwa Planet X itu benar-benar terdeteksi sebagai penyebab perubahan maha dahsyat di bumi secara positif.

Bagaimana mungkin planet yang sedemikian jauhnya dapat memicu perubahan cuaca dan efek-efek bumi lainnya yang terkait? Matahari yang mengatur medan magnet bumi terhalang oleh lintasan Planet X. Gerakan Planet X yang  memasuki tata surya telah menyebabkan inti bumi memanas akibat adanya tambahan gerakan berputar di  dalamnya. Saat inti bumi terpengaruh menyelaraskan dirinya dengan ekuilibrium yang ada dalam tata  surya, inti bumi yang memanas itulah yang membawa pada pola-pola cuaca yang tak dapat diperkirakan  dan meningkatkan aktifitas gunung-gunung berapi serta seismik. Inti bumi yang memanas mengakibatkan peningkatan bertahap pada aktifitas seismik dan gunung berapi.  Gempa-gempa pun sering terjadi. Daerah pegunungan terancam bahaya lahar. Panas dari inti bumi juga  dikeluarkan melalui selimut bumi dan pada akhirnya mencapai lapisan bumi di mana dasar laut pun ikut  menghangat. Laut-laut yang menghangat akan membuat perubahan pada arus-arus laut, curah hujan dan  pola-pola meteorologis lainnya.

 

  1. Menurut Alkitab

Alkitab memang menyatakan bahwa bumi akan dihancurkan pada akhir zaman ketika Kristus datang kedua kali. Semua ini tercatat dalam Why. 6: 12-15 yang bunyinya demikian: “Maka aku melihat, ketika Anak Domba itu membuka meterai yang keenam, sesungguhnya terjadilah gempa bumi yang dahsyat dan matahari berubah menjadi hitam bagaikan karung rambut dan bulan menjadi merah seluruhnya bagaikan darah. Dan bintang-bintang dilangit akan berjatuhan ke atas bumi bagaikan pohon ara menggugurkan buah-buahnya yang mentah, apabila ia digoncangkan angin yang kencang. Maka menyusutlah langit bagaikan gulungan kitab yang digulung dan tergeserlah gunung-gunung dan pulau-pulau dari tempatnya.

Demikian pula dalam Matius 24: 29 yang bunyinya demikian: Segera sesudah siksaan pada masa itu, matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit dan kuasa-kuasa langit akan goncang. Mungkin saja planet X ini akan menghantam bumi kelak seperti yang diperkirakan para ilmuan. Tetapi kapan waktunya kita tidak akan pernah tahu. Apakah itu akan benar-benar terjadi pada tahun 2052/2053 belum tentu benar. Alkitab memang mencatat bahwa bumi akan hancur dan bintang-bintang menghantam bumi. Mungkin saja yang disebut sebagai planet X ini salah satu yang disebutkan dalam Alkitab yang akan mengantam bumi. Tetapi kita tidak dapat memastikan kapan terjadinya, karena Tuhan Yesus datang seperti pencuri. Tidak ada seorangpun yang akan tahu (Mat. 24:44).

 

KEDAHSYATAN TERSEMBUNYI YELLOWSTONE NATIONAL PARK,USA.

Meski gempa bukanlah hal yang aneh di Yellowstone National Park namun untuk mencapai angka 250 kali dalam waktu kurang dari satu minggu tetaplah sebuah hal yang cukup mengejutkan. Sejauh ini para ilmuwan belum yakin penyebab gempa berskala kecil ini.

Menurut para ilmuwan dari University of Utah menyampaikan bahwa gempa ini berpusat di bawah Yellowstone Lake sekitar lima sampai sembilan mil sebelah tenggara Fishing Bridge. Mereka juga menyebutkan bahwa jumlah gempa yang terjadi dalam waktu yang singkat ini cukup mengejutkan mereka.

Para ilmuwan ini juga menyebutkan bahwa pusat gempa ini terjadi di kedalaman kurang dari 2 mil dari permukaan tanah. Gempa yang mulai terjadi di hari Jum’at lambat laun mulai menguat. Gempa dengan kekuatan tertinggi tercatat sekitar 3,8 skala richter.

Menurut sebuah berita yang dilansir All Headline News hari Selasa (30/12/08) disebutkan bahwa Yellowstone National Park adalah salah satu gunung berapi paling aktif dan terakhir meletus sekitar 7 ribu tahun yang lalu. Sampai saat ini para ilmuwan masih memantau perkembangan gempa yang terjadi di Yellowstone National Park ini.

film 2012, kita melihat betapa dahsyatnya letusan super volcano di wilayah yellowstone, AS. Super Volcano adalah letusan vulkanis yang skalanya ribuan kali lebih besar daripada letusan gunung berapi biasa. Letusan tersebut tidak harus melalui kawah atau gunung berapi, tetapi bisa pada sebuah dataran luas dimana aktivitas vulkanis bawah tanahnya dinilai sangat aktif.

Yellowstone Caldera adalah kaldera vulkanik di Taman Nasional Yellowstone di Amerika Serikat. Kaldera ini terletak di sudut barat laut Wyoming, di mana sebagian besar terdapat taman. Kaldera ini berukuran sekitar 55 kilometer (34 mil) sebesar 72 kilometer (45 mil) sebagaimana ditentukan oleh kerja lapangan geologi yang dilakukan oleh Bob Christiansen dari Survei Geologi Amerika Serikat pada 1960-an dan 1970-an. Setelah program sains televisi BBC menciptakan istilah Supervolcano pada tahun 2005, Yellowstone sering disebut sebagai Supervolcano Yellowstone.

Letusan Yellowstone pernah terjadi 640.000 tahun yang lalu, mengeluarkan sekitar 240 kubik mil (1000 kilometer kubik) batu dan debu ke langit. Geologi sangat memantau naik dan turun dari Yellowstone Plateau, yang rata-rata ± 0,6 inci (sekitar ± 1,5 cm) tahunan, sebagai indikasi perubahan dalam tekanan magma.

Gerakan ke atas dari lantai kaldera Yellowstone-hampir 3 inci (7 cm) setiap tahun, selama tiga tahun yang terjadi adalah tiga kali lebih besar daripada yang pernah diamati sejak pengukuran semacam itu dimulai pada tahun 1923. Pertengahan musim panas 2004 hingga 2008, permukaan tanah di dalam kaldera telah bergerak ke atas, sebanyak 8 inci di White Lake stasiun GPS. US Geological Survey, Universitas Utah, National Park Service, dan ilmuwan dari Yellowstone Volcano Observatory mengatakan bahwa peristiwa ini tidak teratur dan tidak dapat diprediksi.

Yellowstone telah memasuki masa siklusnya beberapa tahun ke depan.. Tidak menutup kemungkinan gunung supervolcano ini akan meledak seperti 64.000 tahun yang lalu..Bila hal ini terjadi berarti kiamat lah kita penduduk bumi.. Asap dan debu yang dikeluarkan akan menutup seluruh bumi sehingga sinar matahari tidak dapat masuk dan tanaman tidak dapat berfotosintesis sehingga tidak ada lagi oksigen untuk kita bernafas.. Hal yang sama seperti saat kepunahan dinosaurus.

Selain di Yellowstone, Di Indonesia juga pernah terjadi letusan super volcano yaitu di Danau Toba, meletus terakhir sekitar 74.000 tahun lalu yang kini hanyalah sebuah danau, yang merupakan bekas kaldera terbesar di dunia. Sebelumnya Gunung Toba pernah meletus tiga kali. Letusan pertama terjadi sekitar 840 juta tahun lalu. Letusan ini menghasilkan kaldera di selatan Danau Toba, meliputi daerah Prapat dan Porsea.
Letusan kedua yang memiliki kekuatan lebih kecil, terjadi 500 juta tahun lalu. Letusan ini membentuk kaldera di utara Danau Toba. Tepatnya di daerah antara Silalahi dengan Haranggaol. Dari dua letusan ini, letusan ketigalah yang paling dashyat. Letusan ketiga 74.000 tahun lalu menghasilkan kaldera, dan menjadi Danau Toba sekarang dengan Pulau Samosir di tengahnya.

Demikianlah bukti-bukti, bahwa bencana seperti di film 2012 pernah terjadi, saat ini para ilmuwan NASA tengah gencar2nya melakukan observasi luar bumi, dalam rangka mencari lingkungan alami atau buatan yang bisa didiami seperti bumi. Dengan harapan, jika peradaban harus berakhir karena bencana, manusia bisa menyelamatkan diri ke planet lain.

Ada planet yang menurut pendapat beberapa ahli NASA memungkinkan untuk didiami, akan tetapi jaraknya sangat jauh, seperti di Planet Gliese 581 c atau mars, jika dibiakan sejumlah tanaman ganggang atau lumut yang bisa menghasilkan oksigen.

Bumi ini bersifat dinamis, hal ini mempunyai bukti antara lain adanya pergerakan lempeng, aktivitas vulkanisme dan banyak bukti yang lainnya. Salah satu hal yang menunjukan suatu kedinamisan bumi adalah keberadaan hotspot. Hotspot adalah suatu tempat di muka bumi yang terbentuk akibat adanya aktivitas vulkanik akibat magma namun tidak berada pada zona pertemuan lempeng.

Daerah hotspot ini menghasilkan vulkanik yang sangat dinamis dan ada bentuk vulkanisme dengan skala yang sangat besar yang dinamakan supervolcano. Supervolcano adalah daerah vulkanik aktif di bumi ini yang berpotensi untuk mengahasilkan kegiatan vulkanisme dalam skala yang sangat besar. Di dunia ini supervolcano diantaranya terdapat pada : Long Valley (California USA), Valley Grande (New Mexico USA), Lake Taupo (New Zealand), Aira (Japan), Lake Toba, Siberian trabs (Russia), dan Yellowstone (USA)

Pada tulisan kali ini akan membahas Yellowstone supervolcano hal ini dikarenakan potensi kegiatan vulkanisme di Yellowstone yang sangat tinggi. Diperkirakan puluhan ribu tahun ini adalah siklus letusan Yellowstone yang sangat besar. Jadi dengan tulisan ini akan dipaparkan mengenai supervolcano Yellowstone, kondisi geologi-geofisik, dan potensi-potensi bencana yang mengiringi keberadaan supervolcano ini.

Tulisan kali ini bertujuan untuk memaparkan tentang kondisi Yelowstone sebagai supervolcano yang ada di bumi ini. Dengan paparan yang diberikan diharapkan dapat menjadi pengetahuan bagi kita senua tentang kebearadaan Yellowstone supervocano ini.

Selain itu, dengan tulisan ini dicoba untuk dipaparkan mengenai potensi-potensi bencana yang dapat terjadi pada daerah supervolcano. Pengetahuan tentang kebencanaan ini sangat berguna dalam melakukan mitigasi bencana yang dapat dilakukan. JAdi seperti apa kata pepatah “mencegah lebih baik daripada mengobati”. Dengan mengetahui dan mempunyai pengetahuan tentang Yelowstone supervolcano ini diharapkan pengetahuan dan kesadaran kita terkait keberadaan Yelowstone supervolcano meningkat.

2. Yellowstone

Yellowstone merupakan  daerah seluas 8983 km² di negara bagian Wyoming (96%), Montana (3%) dan Idaho (1%) Amerika Serikat. Di daerah ini menjadi sebuah tempat yang dilindungi dan menjadi taman nasional di Amerika. Taman nasional ini selain mempunyai potensi bencana yang besar juga menjadi pusat pariwisata yang sangat menarik bagi wisatawan asing maupun amerika tersendiri hal ini dikarenakan adanya geiser, dan panorama alam yang sangat indah di daerah Yellowstone.

 

yellowstoneGambar 1. Daerah Yellowstone

http://www.solcomhouse.com/yellowstone.htm

 

Supervolcano Yellowstone memiliki dapur magma yang pada beberapa titik relatif dekat ke permukaan (sekitar 8 km). Dapur magma ini terbentuk akibat desakan magma dari lapisan mantel bumi yang kemudian terlokalisasi di suatu daerah reservoir. Selain itu, Yellowstone juga memiliki kaldera yang cukup besar yaitu seluas 3960 km².

Saat ini, aktivitas vulkanisme di Yellowstone tidak berhenti begitu saja namun aktivitas itu masih terus berlanjut. Hal ini ditunjukkan oleh sejumlah ventilasi geothermal yang memunculkan geyser.

Sejarah

Sejak adanya Supervocano Yellowstone tujuh belas juta tahun lau telah terjadi ratusan letusan yang terjadi pada daerah ini. Namun dalam skala supervolcano tercatat ada tiga letusan yang sangat besardi kawasan ini yang telah membentuk kaldera. Letusan yang menghasilkan caldera ini bergerak dari Idaho kearah Timur laut hingga sekarang ada di daerah Wyoming. Pergerakan ini disebabkan adanya pergerakan lempeng yang terjadi. Sebagaimana kita ketahui bahwa Yellowstobe ternasuk hotspot dan hotspot ini letaknya selalu tetap. Namun, dikarenakan adanya pergerakan lempeng maka daerah hotspot ini terkesan yang bergerak padahal yang sebenarnya yang bergerak adalah daratannya bukan hotspotnya.

Adapun caldera-caldera yang terbentuk antara lain :

  1. Kaldera Island Park yang menghasilkan Huckleberry Ridge Tuff pada 2.1 juta tahun yang lalu,
    1. Kaldera Henry’s Fork yang menghasilkan Mesa Falls Tuff pada 1.3 juta tahun yang lalu,
    2. Kaldera Yellowstone yang menghasilkan Lava Creek Tuff pada 640 ribu tahun yang lalu

Potensi bencana

Sebagai daerah vulkano aktif maka Yellowstone mempunyai potensi kebencanaan yang cukup besar. Potensi-potensi bencana yang mungkin terjadi di daerah Yellowstone antara lain :

 

  1. Ledakan Hidrotermal

Bencana ini terjadi cukup sering dibanding dengan potensi bencana lainnya. Ledakan hidrotermal ini terjadi beberapa hingga puluhan kali dalam seratus tahun.

  1. Gempa Bumi besar

Gempa bumi ini relative lebih jarang terjadi daripada ledakan hidrotermal. Kejadian gempa ini biasanya sekali sampai beberapa kali dalam seratus tahun.

  1. Aliran Lava (100an per juta tahun)

Aliran lava ini lebih jarang lagi terjadinya yaitu hampir seratusan sampai jutaan taun sekali

  1. Erupsi yang memunculkan Kaldera

Ini adalah potensi bencana terbesar yang mungkin terjadi. Namun bencana ini terjadinya mempunyai skala waktu yang lama yaitu 1-2 juta tahun sekali

gambar 2

Gambar 2. Potensi Bencana Yellowstone

http://www.solcomhouse.com/yellowstone.htm

3. Supervolcano Yellowstone Sekarang dan Selanjutnya…???

Supervolcano terjadi ketika magma di dalam bumi naik ke kerak dari suatu hotspot namun tak mampu melewati kerak tersebut. Tekanan pada magma akan terus meningkat sampai kerak tak mampu lagi menahannya sehingga terbentuklahdaper magma. Ruang ini meningkat menjadi sebuah ukuran besar, membangun tekanan yang tinggi sampai akhirnya tererupsi. Ledakan yang terjadi akan mengeluarkan abu, debu, dan belerang dioksida ke atmosfir, yang akan menutup sinar matahari dan akan membuat gelombang dingin selama beberapa tahun. Tanaman pangan di banyak daerah akan mati sehingga banyak manusia dan hewan yang akan akan menghadapi kelaparan yang dapat menimbulkan kematian dalam skala yang besar

struktur yellowstone

Gambar 3. Struktur penampang geologi Yellowstone

http://www.solcomhouse.com/yellowstone.htm

Melihat kondisigeologi dan geofisika sekarang dapat diramalkan apa yang akan terjadi terhadap Yellowstone selanjutnya. Menurut banyak ahli Yellowstone telah memasuki siklus erupsinya kembali.

 

BAGI anda yang sudah menonton film 2012, tentunya merasa was-was dan takut, dan meyakini hal tersebut pasti terjadi, khususnya bagi masyarakat Indonesia yang meyakini Kiamat sebenarnya menurut agama Islam.

Dan banyak pula penonton yang sebenarnya belum mengetahui dasar ilmiah akan sebab musabab terjadinya bencana tersebut, apalagi yang berpikiran skeptis pasti akan berkomentar, “ah, ga mungkin itu terjadi” atau, “ah, cuma fiksi/khayalannya orang2 hollywood”.

Kiamat sendiri bisa dikategorikan menjadi 2, yakni, kiamat religious (secara agama), dan kiamat scientific (secara ilmiah). Adapun kiamat menurut agama bisa digambarkan dalam kitab suci Al-Qur’an, bagaimana dahsyatnya kehancuran pada saat itu, gunung-gunung berterbangan, langit runtuh, planet-planet bertabrakan dsb.

Sedangkan menurut studi Ilmiah, kiamat atau akhir dunia, saat peradaban manusia berakhir bisa saja terjadi. Adapun penyebabnya seperti digambarkan di film 2012, antara lain karena Gempa Bumi/Tsunami dan Letusan Super Volcano:

1. GEMPA BUMI DAN TSUNAMI

Dari sejumlah besar bangunan yang ditemukan di samudra, dengan fosil makhluk hidup samudra di atas daratan. Semua ini cukup membuktikan daratan tenggelam ke samudra, perubahan kerak bumi dasar laut yang naik menjadi daratan adalah fenomena yang sangat normal dalam aktivitas bumi. Seperti misalnya Danau Lago Titicaca di Bolivia, meski terletak di atas dataran tinggi, namun di kawasan sekeliling danau muncul jutaan fosil kulit kerang samudra. Atau dengan ditemukannya banyak fosil hewan laut di pegunungan Himalaya

Sebelum benua-benua terbentuk seperti sekarang, sekitar 250 juta tahun yang lalu, ada sebuah benua tunggal yang bernama Pangea, adalah benua purba yang maha luas dan besar, Kemudian 50 juta tahun kemudian, Pangaea pecah menjadi dua superkontinen, Laurasia di sebelah utara dan Gondwana di sebelah selatan.

Kemudian 135 juta tahun yang lalu, Laurasia bergerak dan pecah menjadi tiga yaitu Benua Amerika Utara, Benua Eropa dan Benua Asia. Sedangkan Gondwana pecah menjadi Benua Afrika, Benua Antarktika, Benua Australia dan Benua Amerika Selatan.

Sekitar 65 juta tahun yang lalu (saat terjadi kepunahan massal Dinosaurus), susunan dan posisi benua secara perlahan berangsur-angsur mirip seperti yang ada saat ini. Ditambah dengan berpisahnya Anak Benua India dari Antarktika dan Benua Australia bergerak relatif ke arah ekuator.

Anak Benua India tersebut kemudian menabrak Benua Asia dan karena dua-duanya tidak ada yang mau mengalah, maka terjadi penunjaman (subduksi), sehingga makin menjulang ke atas membentuk Pegunungan Himalaya, pegunungan tertinggi di dunia.

Kepulauan Indonesia sendiri juga terbentuk karena proses pengangkatan sebagai akibat dari penunjaman (subduksi). Lempeng (kerak) yang saling berinteraksi adalah Kerak Samudera Pasifik dan Hindia yang bergerak sekitar 2-5 cm per tahun terhadap Kerak Benua Eurasia.

Jadi Indonesia merupakan tempat pertemuan 3 lempeng besar sehingga Indonesia merupakan salah satu daerah yang memiliki aktivitas kegempaan yang tertinggi di dunia. Bukti nyata dari pergerakan ini adalah ternyata semua benua bergerak relatif saling menjauhi atau mendekati satu sama lain dengan kecepatan beberapa sentimeter per tahun.

Proses pemisahan benua seperti diatas ada pula yang diiringi dengan tenggelamnya beberapa bagian benua dan terjangan Tsunami besar seperti di film 2012.
Mungkin anda pernah membaca tentang daratan Atlantis yang tenggelam, atau bukti2 banyaknya ditemukan bangunan-bangunan kuno di dasar laut dalam.

November 26, 2009 - Posted by | Uncategorized

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: